FK Unsoed Mengadakan Seminar Parenting di SD TopKids Sokaraja

Tim Dosen dari Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat pada Sabtu, 12 Agustus 2017 bertempat di EduKids Zone Kampus 1 SD IT TopKids Sokaraja. Acara pengabdian ini dikemas dalam bentuk seminar parenting dengan tema “Optimalisasi Perkembangan dan Kecerdasan Anak Melalui Peran Neurosains”. Peserta seminar terdiri atas orangtua atau walimurid SD IT TopKids Sokaraja.

Ketua Tim Pengabdi, dr. Ika Murti Harini, M.Sc mengungkapkan bahwa salah satu proses penting dalam kehidupan anak adalah proses perkembangan. Perkembangan harus mendapat perhatian karena bila proses perkembangan ini terlewatkan maka tidak akan dapat diulang kembali. Guru dan orangtua harus bekerjasama untuk mengoptimalkan perkembangan anak. Neurosains merupakan studi tentang otak dan sistem saraf yang terkait sehingga penting dalam menunjang proses perkembangan.

”Proses perkembangan dan pendidikan pada anak saling berkaitan erat. Orangtua harus terlibat secara aktif dalam pendidikan anak karena orangtualah yang berinteraksi langsung dengan anak di luar waktu sekolah. Salah satu upaya untuk melibatkan orangtua dalam pendidikan adalah melalui kegiatan parenting”, ungkapnya.

“Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang sebelumnya sudah dilakukan dengan sasaran guru SD IT TopKids Sokaraja. Parenting adalah suatu upaya dan ketrampilan orangtua dalam mengasuh anak. Ketrampilan mengasuh anak tidak akan bisa terlaksana dengan baik tanpa bekal pengetahuan yang cukup. Oleh karena itu, kami dari FK Unsoed bekerjasama dengan SD IT TopKids Sokaraja menyelenggarakan seminar parenting ini”, tambahnya.

Materi parenting disampaikan oleh RR. Diyah Woro DL, S.Psi, MA, salah satu dosen FK yang juga seorang Psikolog. Beliau menyampaikan bahwa setiap anak unik dan setiap orangtua juga unik sehingga ada beberapa tips yang akan berhasil, ada pula yang tidak. “Sebagai orangtua, kita harus memutuskan apa yang baik bagi anak kita. Perlu kiat-kiat khusus yang bertujuan untuk mempertahankan hubungan yang sehat antara anak dan orang tua”, tambahnya. Pemaparan materi dilakukan sekitar 1 jam. Setelah itu dilanjutkan dengan diskusi. Peserta pelatihan diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan atau berbagi pengalaman tentang pengasuhan anak. Diskusi berlangsung dengan menarik karena cukup banyak peserta yang bertanya kepada pemateri.

Peserta merasa senang dengan kegiatan parenting ini karena mendapatkan pengetahuan baru tentang cara mengoptimalkan perkembangan anak. Pihak sekolah juga sangat menyambut baik kegiatan parenting ini dan mengusulkan agar kegiatan serupa perlu dilaksanakan lagi secara rutin bisa dalam bentuk workshop atau pelatihan untuk orangtua atau wali murid sehingga bisa mengaplikasikan hasil seminar secara langsung.

Tags: