“Ethics and Professionalism” : Kuliah Tamu bagi dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Bertempat di ruang kuliah 2 gedung B Fakultas Kedokteran Unsoed, dilaksanakan kuliah tamu bagi mahasiswa tingkat profesi atau yang biasa disebut sebagai dokter muda.  Kuliah yang dilaksanakan pada tanggal 5 Desember 2017 ini menghadirkan narasumber Prof DR. dr. R. Sjamsuhidajat Ronokusumo, Sp.B-KBD dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan dr. Teguh Haryo Sasongko, Ph.D dari International Medical University.  Prof DR. dr. R. Sjamsuhidajat, Sp.B-KBD merupakan guru besar ilmu bedah (emeritus) dari FK UI yang terkenal di bidang kedokteran.  Beliau adalah salah satu murid dari Prof Dr. Margono Soekarjo, Sp. B yang namanya diabadikan menjadi nama rumah sakit di Purwokerto yang sekarang menjadi RS pendidikan Universitas Jenderal Soedirman.  Selain itu beliau juga merupakan co-author Buku Ajar Ilmu Bedah yang masih dipakai sampai sekarang sebagai buku acuan dalam pendidikan kedokteran.

Pada kuliahnya, Prof Sjamsu memberikan materi mengenai “linking professionalism to humanism.  Dalam paparannya beliau menerangkan bahwa sebagai dokter, seorang individu perlu memiliki karakteristik pribadi tertentu agar bisa menjadi dokter yang profesional sekaligus humanis.  Beliau juga memperkenalkan terminologi “liberal arts education”, yang diyakini dapat meningkatkan kualitas mahasiswa kedokteran nantinya.  Pembicara kedua adalah Dr. Teguh Haryo Sasongko, Ph.D yang merupakan staf pengajar dari International Medical University Malaysia.  Pembicara kedua merupakan ahli genetik dan pengajar topik bioetika.  Ia adalah penerima beberapa award, baik dalam penelitian maupun publikasi ilmiah.  Pada kuliahnya dr. Teguh memaparkan mengenai Evidence Based Medicine, yang merupakan standar pelayanan dalam bidang kedokteran, termasuk juga yang terkait dengan permasalahan pembiayaan bagi pasien.  Kuliah yang berlangsung selama tiga jam ini direspon postif oleh para peserta, yang merupakan mahasiswa tingkat profesi di Fakultas Kedokteran Unsoed.  Dengan kepakaran dan prestasinya, kedua narasumber akan menjadi role model dan inspirasi bagi para mahasiswa kedokteran untuk menjadi dokter yang profesional sekaligus juga tidak meninggalkan aspek kemanusiaan dalam pekerjaan mereka sebagai dokter nantinya. (wr)

Tags: