Kuliah Umum Fallacies of Impact Driven Research dan Autonomy, Consent, and Vulnarable Population

Networking, kata kunci jamak bagi sebuah institusi untuk mencapai visi dan misi lembaga. Ungkapan ini pula yang dijadikan dasar bagi Program Magister Biomedis FK Unsoed untuk terus mengimplementasikan program kerjasama mutualistik dengan berbagai institusi di luar negeri. Pada kesempatan kali ini program magister biomedis bersama dengan bagian Bioetik FK Unsoed mengadakan kuliah umum bagi mahasiswa program master dengan topik utama bioetik dan etika penelitian. Dua narasumber dari negeri jiran Malaysia berkenan bertukar ilmu sesuai dengan kepakarannya masing-masing. Acara ini dipandu oleh Dr.dr. Lantip Rujito, Msi.Med dan dr. Amalia Muhaimin, PhD candidate sebagai wakil dari Program Magister Biomedis  dan Komisi Etik FK Unsoed. Peserta dari acara ini adalah mahasiswa master dan juga mahasiswa doktoral dari Fakultas Kedokteran dan Fakultas Biologi Unsoed, serta staf akademik kedua fakultas.

Adalah Prof.dr Zabidi Husein, PhD, Pediatrician yang juga Rektor dari Universitas Perdana Malaysia yang dengan antusias menyampaikan materi tentang Fallacies of Impact Driven Research : Issues in Ethical Research. Bahwasannya sadar atau tidak sadar, peneliti sekarang ini dipush oleh berbagai kepentingan pragmatis untuk mempublikasikan karya penelitiannya dalam berbagai jurnla bereputasi dan berimpact factor. Namun sayangnya ada kecenderungan, meskipun tidak bisa digeneralisasi bahwa benefit dari penelitian-penelitian yang berlangsung tidak atau sangat jauh bersentuhan dengan manfaat di masyarakat. Seringkali penelitian-penelitian itu hanya bermuara pada kepentingan publikasi tanpa atau meninggalkan sisi social benefit. Diungkapkan oleh beliau bahwa jangan sampai ‘penelitian pada orang miskin dan lapar, meninggalkan mereka tetap miskin dan lapar ,sementara penelitinya mencapai kemuliaan dengan gelar dan kebahagiaan’. Pada akhir sesi beliau memberikan pesan kepada audiens bahwa kita harus turun dan terjun ke lapangan, merasakan apa yang menjadi harapan mereka, dan berusaha untuk memecahkan masalah mereka. Peneliti harus ke luar ke dunia nyata di masyarakat jangan terkungkung pada dunia laboratorium atau dunia akademik.

Selanjutnya tampil sebagai pembicara kedua adalah dr. Teguh Haryo Sasongko, PhD yang memberikan tauziah akademik terkait dengan Autonomy, Consent, and Vulnarable Population. Topik ini terkait dengan etik penelitian pada populasi rentan yang seringkali menjadi responden penelitian. Populasi rentan adalah populasi yang secara fisik, mental, dan kejiwaan mengalami atau memiliki hendaya yang menjadikan mereka dapat jatuh/drop pada kondisi yang tidak mendukung kehidupan mereka, jika mengalami suatu perlakuan, atau pengalaman verbal yang menyinggung kondisi mereka. dr. Teguh menjelaskan harus ada sisi kemanusiaan dalam setiap langkah ketika seorang peneliti berhadapan atau mempelajari populasi rentan ini dalam kerja penelitiannya. Aspek autonomy wajib diberikan dengan memberikan pilihan yang fair, tentu setelah memberikan penjelasann yang super gamblang tentang masalah, metode, atau perlakuan yang akan diberikan kepada subjek.

Pelaksanaan kuliah umum ini tentu terselengara atas kerjasama semua pihak, temasuk dalam hal ini adalah IRO Unsoed melaui skema pendanaannya, Komisi etik penelitian di FKUnsoed  sebagai komisi yang aktif memberikan pemahaman etik kepada komunitas peneliti dan juga ethical approval atau lisensi di wilayah jawa tengah selatan serta Progam Magister Biomedis sebagai wahana belajar baru bagi masyarakat kesehatan di Jawa Tengah selatan. Upaya ini merupakan upaya kontinyu dari FK Unsoed sebagai kontribusi nyata bagi dunia pendidikan dan penelitian agar sesuai dengan kaidah dan tata norma yang baik.

Tags: