Pemberdayaan ekonomi Thalassemia di Banyumas

Individu thalassemia di wilayah Banyumas terkumpul pada wadah anggota PPTI (Persatuan Pasien Thalasssemia Indonesia) yang didirikan pada tahun 2015. Upaya ini adalah sebagai kelanjutan sayap organisasi thalassemia yang didirikan sebelumnya yaitu POPTI (perkumpulan Orang Tua Pasien Thalassemia Indoensia) dan YTI (Yayasan Thalassemia Indonesia). Kegiatan PPTI lebih fokus pada penanganan kondisi psikologi dan terapi sosial kepada para anggotanya. Dipandu oleh para konselor psikolog yang senantiasa mendampingi kegiatan PPTI, wadah ini terus berkembang seiring semakin banyaknya anggota dan kompleksitas permasalahan anggota.

Penanganan psikologi berhubungan dengan proses penerimaan diri dan upaya bersosial dengan masyarakat. Hal lain termasuk pendampingan proses masa remaja dan pubertas terkait penyiapan masa reproduksi dan pemilihan pasangan. Beruntunglah, para psikolog yang berasal dari Universitas Jenderal Soedirman senantiasa berperan aktif dalam proses-proses tersebut, sehingga beban permasalahan dapat dicarikan solusi yang terbaik.PPTI dalam prakteknya juga memfasilitasi advokasi permasalahan yang terkait dengan masalah pekerjaan. Anggota yang memiliki masalah dengan tempat ia bekerja atau mengalami perlakuan diskriminatif yang tidak berhubungan dengan kemampuan kerja menjadi agenda advokasi PPTI. Konsen lain adalah masih banyaknya anggota atau individu thalassemia yang belum tertampung oleh pekerjaan formal.

PPTI bekerja dengan para akademisi dari Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman berupaya menjebatani masalah ini dengan mencari solusi alternatif yang tidak memberatkan para anggota. Pada tanggal 9 Juli 2017 bertempat di Telaga Ketenger Baturaden dilakukan penyerahan bantuan perangkat komputer untuk PPTI sebagai langkah awal untuk mengawali perencanaan pemberdayaan ekonomi pasien thalassemia Banyumas. Penyerahan dilakukan oleh dr. Lantip Rujito bersama Psikolog Diyah Woro, S.Psi sebagai wakil Unsoed. Pemberdayaan ekonomi bagi pasien thalassemia di Banyumas menjadi agenda PPTI dalam waktu dekat. Pelatihan bisnis online adalah salah satu alternatif solusi yang ditawarkan mengingat pasar yang tidan terbatas, batasan waktu yang luas, dan perkembangan bisnis ini yang semakin maju. Dari sisi pelaku, individu thalassemia sangat potensial dan memiliki keuntungan sendiri mengingat pelaku dapat menjalankan bisnis ini dari rumah, dan tidak terkait dengan orang lain. Individu thalassemia dapat mengatur sendiri jadwal bisnis tanpa harus berurusan dengan pihak perusahaan yang terkadang masih menganggap ‘miring’ para pasien thalassemia. Upaya ini adalah upaya awal yang masih perlu perbaikan konsep dan eksekusi di lapangan. Dukungan masyarakat dan pemerintah serta para pemangku kepentingan sangat penting dan diharapkan untuk memberdayakan pasien thalassemia agar dapat hidup mandiri dan setara dengan komponen masyarakat lainnya. Maju teruslah pasien thalassemia Banyumas.

oleh Dr. dr. Lantip Rujito, M.Si. Med

Tags: