• By devfkunsoed
  • (0) comments
  • April 12, 2026

Angkat Isu Social Health dan Cognitive Reserve, Prof. Myrra Vernooij-Dassen Dorong Pendekatan Holistik Demensia dalam Kuliah Pakar di FK Unsoed

Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (FK Unsoed) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat jejaring akademik internasional melalui kunjungan pakar, Prof. Myrra Vernooij-Dassen dari Radboud University Medical Center, Belanda. Kuliah tamu bertajuk Providing Holistic Care for People with Dementia: Addressing Psychosocial Issues ini dilaksanakan di Aula FK Unsoed pada Senin, 2 Maret 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FK Unsoed merespons peningkatan kasus demensia secara global maupun nasional, sekaligus memperkuat perspektif pelayanan kesehatan berbasis biopsikososial dalam pendidikan kedokteran. Kuliah berlangsung dalam format pemaparan ilmiah yang dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif bersama peserta.

Dalam kuliah tamu yang dihadiri oleh staf pengajar, mahasiswa kedokteran, serta mahasiswa program pendidikan dokter spesialis (residen) neurologi dan anestesiologi tersebut, Prof. Vernooij-Dassen menekankan pentingnya pendekatan menyeluruh dalam penanganan demensia, khususnya melalui penguatan faktor psikososial. Kegiatan berjalan dengan penuh antusiasme dan dipandu oleh Dr. dr. Raditya Bagas Wicaksono dari Departemen Bioetika dan Humaniora FK Unsoed.

Dalam pemaparannya, Prof. Vernooij-Dassen menyampaikan bahwa prevalensi demensia global telah mencapai sekitar 25 juta kasus, sementara di Indonesia diperkirakan terdapat sekitar 4 juta orang yang hidup dengan kondisi tersebut. Ia menekankan bahwa sekitar 45% faktor risiko demensia bersifat dapat dimodifikasi (modifiable risk factors), sehingga pencegahan dan intervensi dini menjadi langkah strategis.

“Sekitar 45 persen faktor risiko demensia sebenarnya dapat kita intervensi. Artinya, kita memiliki peluang besar untuk memperlambat bahkan mencegah sebagian kasus melalui pendekatan yang tepat,” ujarnya.

Faktor risiko tersebut meliputi rendahnya tingkat pendidikan, isolasi sosial, gangguan pendengaran, dislipidemia, hipertensi, diabetes melitus, stroke, obesitas, kurang aktivitas fisik, serta depresi. Temuan lokal di Yogyakarta juga menunjukkan keterkaitan antara faktor kardiovaskular dengan penurunan fungsi kognitif, memperkuat urgensi pendekatan promotif dan preventif di tingkat layanan kesehatan.

Salah satu gagasan utama yang disampaikan adalah konsep social health, yang mencakup kapasitas individu, otonomi, jejaring sosial, partisipasi, serta bagaimana seseorang memaknai dirinya dalam lingkungan sosial.

“Isolasi sosial bukan hanya soal berapa banyak orang di sekitar kita, tetapi tentang kualitas hubungan dan rasa bermakna dalam interaksi tersebut. Menjadi bagian yang berarti bagi orang lain jauh lebih penting daripada sekadar status sosial,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan sosial yang aktif dapat mengaktivasi cognitive reserve, yaitu kemampuan otak membentuk jaringan alternatif ketika terjadi kerusakan patologis. “Prinsipnya sederhana: use it or lose it. Semakin aktif dan bermakna keterlibatan sosial seseorang, semakin besar peluang mempertahankan fungsi kognitif,” tegasnya.

Temuan mengenai indikator social health juga telah dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Psychiatry, yang semakin menguatkan pentingnya integrasi dimensi sosial dalam praktik klinis modern.

Dalam tataran praktik, Prof. Vernooij-Dassen menekankan pentingnya skrining dan tata laksana faktor risiko yang dapat dimodifikasi, termasuk deteksi gangguan pendengaran, pengendalian dislipidemia dan hipertensi, manajemen obesitas, peningkatan aktivitas fisik, serta penanganan depresi. Berbagai intervensi psikososial seperti rehabilitasi kognitif, terapi okupasi, group cognitive stimulation therapy, program latihan fisik, terapi musik, Alzheimer cafés, meeting centres, serta pendekatan case management juga dinilai efektif dalam mempertahankan kualitas hidup pasien.

Ia turut menegaskan pentingnya menjaga martabat pasien (maintaining dignity) dan menerapkan shared decision making dalam setiap pengambilan keputusan klinis, serta pentingnya edukasi kepada keluarga untuk mengurangi stigma dan mempertahankan partisipasi sosial pasien.

Kunjungan Prof. Myrra Vernooij-Dassen menjadi momentum strategis bagi FK Unsoed untuk terus menguatkan perspektif holistik dalam pendidikan dan pelayanan kesehatan. Pendekatan biopsikososial yang menempatkan kesehatan sosial sebagai komponen kunci diharapkan mampu memperkaya praktik kedokteran di Indonesia, sekaligus membuka peluang kolaborasi lebih luas dengan Radboud University Medical Center dalam bidang pendidikan maupun penelitian di masa mendatang.

devfkunsoed

previous post next post

kontak Kami

Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Copyright © 2025 Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman