Mumpuni Jadi Prasyarat Profesionalisme Dokter Gigi

Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman kembali melahirkan dokter gigi baru. Sebanyak tujuh orang mahasiswa pendidikan Profesi Kedokteran Gigi melakukan pengambilan sumpah dokter gigi periode IX di Aula Fakultas Kedokteran, Rabu (20/9). Hingga saat ini, Program Studi Kedokteran Gigi telah meluluskan 63 dokter gigi. Acara pengambilan sumpah dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof.Dr.Ir. Mas Yedi Sumaryadi, MS, Dekan Fakultas Kedokteran, Dr.dr. Fitranto Arjadi, M.Kes, Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran, Direktur RSGMP, Ketua Jurusan Kedokteran Gigi, dan para sesepuh UNSOED, serta Ketua PDGI Kabupaten Banyumas.

Dalam sambutan rektor yang dibacakan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof.Dr.Ir. Mas Yedi Sumaryadi, M.S., menyampaikan ucapan selamat kepada para dokter gigi yang dikukuhkan dan diambil sumpahnya. Prof.Dr.Ir. Mas Yedi Sumaryadi, MS menekankan bahwa para dokter gigi memiliki peran yang strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. “Seorang dokter gigi harus memiliki kompetensi dan kepedulian yang baik. Bekali diri dengan selalu memutakhirkan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan, bangun interaksi yang positif dan konstruktif serta bekerjalah sesuai kode etik profesi dokter,” ungkap Wakil Rektor Bidang Akademik.
Ketua PDGI Banyumas, dr. Ibnu Fajar dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa seorang dokter gigi tidak hanya memiliki kemampuan hardskill saja, tetapi juga harus memiliki kemampuan softskill yang baik yakni, kemampuan berkomunikasi yang baik, kemampuan bekerja dalam tim, dan kemampuan manajerial. Lebih lanjut beliau berpesan, agar para dokter gigi baru siap mengabdi di seluruh Indonesia. “Siap ditempatkan di manapun, sabang, marauke, desa, kota tidak masalah seperti Panglima Besar Jenderal Soedirman,” ungkap Ketua PDGI Banyumas.


 
Diharapkan para lulusan soedirman yakni, para dokter gigi baru memiliki nilai – nilai Panglima Besar Jenderal Soedirman diantaranya, kejujuran yakni para dokter gigi baru tidak boleh mengingkari hati nurani, harus memiliki kepercayaan, cinta dan rasa hormat ; kepedulian yakni para dokter gigi baru harus memiliki rasa empati, peduli terhadap masalah yang berkembang di masyarakat dan harus berkontribusi terhadap masalah kesehatan di masyarakat ; serta maju terus pantang menyerah yakni para dokter gigi baru harus memiliki sikap tidak selalu mengeluh dengan keterbatasan yang dimiliki dan selalu bekerja kerja tidak setengah hati.
Acara ditutup dengan doa dan pemberian ucapan selamat dari seluruh tamu undangan kepada para Dokter Gigi Baru Universitas Jenderal Soedirman.
Maju Terus Pantang Mundur, Tak Kenal Menyerah!

 

Tags: